STUDI BANDING INSPEKTORAT KABUPATEN PURWOREJO KE INSPEKTORAT KOTA SURAKARTA

Menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP dan lebih lanjut ditegaskan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2015 yang menargetkan pada Tahun 2019 APIP yang berada di level III meningkat menjadi 85 persen, Inspektorat Kabupaten Purworejo juga dituntut untuk meningkatkan level Kapabilitas APIP.
Kapabilitas APIP merupakan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas pengawasan yang terdiri dari tiga unsur yang saling terkait yaitu kapasitas, kewenangan, dan kompetensi SDM APIP yang harus dimiliki APIP agar dapat mewujudkan peran APIP secara efektif. Peningkatan kapabilitas merupakan upaya memperkuat, meningkatkan, mengembangkan kelembagaan, tata laksana/proses bisnis/manajemen dan sumber daya manusia APIP agar dapat melaksanakan peran dan fungsi APIP yang efektif.
Salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan level kapabilitas APIP Kabupaten Purworejo adalah dengan pertukaran informasi antar APIP yang memiliki level kapabilitas 3 penuh dalam bentuk studi banding. Kegiatan kunjungan studi banding merupakan upaya mendukung percepatan peningkatan level kapabilitas, meningkatkan pengetahuan pengawas internal di Kabupaten Purworejo, meningkatkan kerja sama antar APIP di daerah, dan sarana pertukaran informasi antar APIP.
Untuk itu, Inspektorat Kabupaten Purworejo mengadakan kunjungan studi banding ke Inspektorat Kota Surakarta, yang berdasarkan database BPKP memiliki level kapabilitas 3 penuh. Studi banding telah dilaksanakan pada hari selasa, 28 Agustus 2018 diikuti oleh 38 orang yang terdiri Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Auditor, P2UPD dan Pelaksana Inspektorat Kabupaten Purworejo. Pada kesempatan tersebut, rombongan peserta studi banding diterima oleh Inspektur Kota Surakarta, Sekretaris Inspektorat Kota Surakarta, Kasubag Umum Kepegawaian dan Keuangan, serta Pejabat Fungsional Auditor dan P2UPD.
Berdasar paparan oleh Sekretaris Inspektorat Kota Surakarta, hal pokok untuk mencapai level 3 adalah komitmen dan keteladan dari seluruh personil di Inspektorat. Tanpa komitmen dari seluruh personil, dukungan maupun fasilitasi yang dilakukan tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Kedua, kerja sama dengan instansi vertikal misalnya dengan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat peningkatan level kapabilitas APIP dan maturitas SPIP, kerja sama dengan Kementerian PAN dan RB untuk meningkatkan nilai SAKIP dan ketiga, komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan instansi horisontal untuk meningkatkan level maturitas SPIP di Kota Surakarta sehingga mampu berada di level 3, sedangkan SAKIP memperoleh nilai B.
Diakhir kegiatan Inspektur Kota Surakarta menambahkan kiat-kiat untuk mempercepat peningkatan level kapabilitas APIP dan Maturitas adalah dukungan anggaran yang memadai. Anggaran tersebut untuk belanja jasa tenaga ahli yang berperan sebagai nara sumber maupun tim pendampingan, dan membangun sistem informasi dimana pelayanan masyarakat dan koordinasi antar OPD di Kota Surakarta menggunakan sistem informasi elektronik. Sebagai contoh untuk mempercepat penyelesaian tindak lanjut Inspektorat membuat “SI PECUT” (Sistem Informasi Percepatan Tindak Lanjut), cara yang digunakan adalah setiap OPD mendapatkan password masing-masing dan penyetoran TL dapat dilakukan secara elektronik.
Inspektur Kota Surakarta juga berpesan untuk meningkatkan silaturahmi antar APIP, dan kerja sama untuk mewujudkan peran APIP dalam pembangunan nasional.