Rasionalisasi Berperilaku Tidak Etis

Rasionalisasi Berperilaku Tidak Etis
1.Orang lain melakukan hal (tidak etis) yang sama
2.Perbuatan yg tidak melanggar hukum berarti tidak melanggar etika
3.Tidak signifikannya sanksi yang ditanggungnya apabila  tindakan tidak etisnya diketahui orang lain

1.Orang lain melakukan hal (tidak etis) yang sama
Misalnya,
Orang mungkin berargumen bahwa tindakan memalksukan perhitungan pajak, menyontek dalam ujian, menerima suap dan/atau gratifikasi dari rekanan, menjual barang cacat tanpa memberitahukan kepada pembelinya bukan merupakan perbuatan yang tidak etiks karena yang bersangkutan berpendapat bahwa orang lain pun melakukan tindakan yang sama.

Argumen tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa hukum yang sempurna harus sepenuhnya dilandaskan pada etika.

2.Perbuatan yg tidak melanggar hukum berarti tidak melanggar etika
Misalnya,
Seseorang yang menemukan barang hilang tidak wajib mengembalikannya kecuali jika pemiliknya dapat membuktikan bahwa barang yang ditemukannya tersebut benar-benar milik orang yang kehilangan tersebut.

3.Tidak signifikannya sanksi yang ditanggungnya apabila  tindakan tidak etisnya diketahui orang lain
Misalnya,
Figo, diberi amplop berisi uang dari rekanan pengadaan laptop.
Figo menerima pemberian tersebut dengan alasan:
apabila peristiwa tersebut diketahui oleh orang lain, tidak pernah ada sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku.
Meskipun ada ancaman sanksi atas perbuatannya, Figo yakin tidak akan ada yang melaporkannya.  Kalaupun ada yang melaporkannya, tidak akan diproses lebih lanjut, karena orang-orang dikantor tersebut juga tersandera.  Figo akan membagi ke beberapa orang yang menduduki posisi kunci.  Paling banter, Figo hanya diberi nasihat agar tidak melakukan hal tersebut lagi.

Dikutip dari materi PKS Kode Etik, Penyaji: Sutikno, Moderator: Drs. Muhadi

Mengapa berperilaku tidak etis?

FAKTOR UTAMA YANG MUNGKIN MENYEBABKAN ORANG BERPERILAKU TIDAK ETIK:

1.Standar etika orang tersebut berbeda dengan masyarakat pada umumnya
2.Orang tersebut sengaja bertindak tidak etis untuk keuntungan diri sendiri

Standar etika orang tersebut berbeda dengan masyarakat pada umumnya
Misalnya:
Pada saat UAS, Badu-siswa SMP kelas 8, membawa catatan ketika memasuki ruang ujian. Padahal peraturan ujian menyatakan bahwa peserta dilarang membawa catatan.
Ketika ujian berlangsung, Badu menyontek dengan cara membuka catatan yang sudah dipersiapkan dari rumah.
Pada kesempatan berikutnya, pada saat bertemu dengan keluarga  dan teman-temannya, Badu bangga bercerita bahwa dia telah menyontek dan berhasil mengelabui pengawas ujian.

Orang tersebut sengaja bertindak tidak etis untuk keuntungan diri sendiri
Misalnya:

  1. Seperti contoh diatas, namun Badu merahasiakan kejadian tersebut.
  2. Figo, Pejabat Pembuat Komitmen pada pengadaan laptop menerima uang (gratifikasi) dari rekanan. Oleh Figo, uang tersebut dibagi secara sembunyi-sembunyi kepada bagian perencanaan, pejabat pengadaan, penerima hasil pekerjaan, dan bendahara. Figo berpesan kepada mereka agar hal tersebut dirahasiakan, karena hal tersebut melanggar pakta integritas yang sudah ditandatangani dan dapat merupakan tindak pidana korupsi.

Dikutip dari materi PKS Kode Etik, Penyaji: Sutikno, Moderator: Drs. Muhadi

 

PKS Kode Etik

DISKUSI  2
Ana seorang auditor baru, mendapatkan penugasan utnuk melakukan audit di kota Y. Pada saat audit dilakukan, auditi menyediakan jamuan untuk tamu berupa air minum dan snack.   Ana tidak mau makan dan minum jamuan yang disediakan, karena pelajaran kode etik yang baru saja diterimanya menyatakan bahwa menolak suatu pemberian dari auditi yang terkait dengan keputusan maupun pertimbangan profesionalnya.  Kode etik konsorsium organisasi profesi audit internal menyatakan bahwa auditor internal tidak boleh menerima sesuatu dalam bentuk apapun dari karyawan, klien, pelanggan, pemasok, ataupun mitra bisnis organisasinya, yang dapat, atau, patut diduga, dapat mempengaruhi pertimbangan profesionalnya.

Ani, teman setimnya yang lebih senior, memberitahu Ana bahwa tindakan Ana salah.  Yang tidak diperbolehkan adalah jika auditor menerima uang atau barang dalam jumlah besar.  Kalau menerima jamuan makan tidak mengapa.  Apalagi di kota Y tersebut sudah jamak tuan rumah memberikan jamuan sebagai bentuk penghormatan kepada tamunya.  Apabila tidak dimakan, maka akan menyinggung perasaan tuan rumah.

Ana menjadi bingung dengan keterangan yang diperoleh dari Ani.  Yang disampaikan Ani ada benarnya juga, pikir Ana.  Namun Ana masih bingung, jamuan seperti apa yang diperbolehkan?  Batasan jenis dan berapa nilai yang diizinkan?   Uang sebesar Rp20.000,00 dari auditi dilarang, tapi mengapa jamuan senilai Rp50.000,00 diperbolehkan?

Continue reading